banner
galleryicon

SALAH KAPRAH MEMANDANG TEORIS DAN PRAKTISI


13 View, 0 Comment
24-Nov-2017
Selama ini banyak kalangan kurang tepat memposisikan orang yang berteori (sebut saja teoris) dan orang yang mempraktekkan (sebut saja praktisi).

Mereka sering menganggap keduanya hierarkis: "Praktisi lebih tinggi dari Teoris", karena praktisi mempraktekkan, sedangkan teoris hanya `sekedar` berteori saja.

Dulu saya sempat berpikir sama. Hingga saya pelajari sejarah, memperdalam sisi akademik, dan bergaul dengan praktisi, lalu menemukan bahwa banyak praktisi hebat tidak paham teori sampai dalam namun tetap bisa menjalankan prakteknya, dan banyak teoris hebat meskipun bukan praktisi namun tetap menjadi rujukan para praktisi hebat.

Teoris tugasnya menjaga landasan dasar formula sebuah fenomena, yaitu teori itu sendiri. Saat praktisi ingin mengkaji sesuatu lebih dalam, kembalikan ke teori asalnya sebagai pijakan.

Praktisi mengimplementasikan sebuah teori ke dunia nyata yang seringkali variabelnya lebih rumit dari hitungan matematis di atas kertas. Ia fleksibel menyesuaikan dengan berbagai konteks. Teoris membutuhkan praktisi sebagai implementasi dari hasil pemikirannya.

Maka, keduanya ada di posisi berbeda dan sejajar serta saling mendukung. Tidak masalah jika ingin menjadi teoris secara penuh, hidup dengan kajian literatur dan penelitian mendalam sehari-hari. Boleh juga hidup sebagai praktisi secara penuh, berfokus pada hal2 lapangan. Ingin tengah2 antara teoris dan praktisi? Boleh juga.

Yang jelas mari stop berpikiran bahwa praktisi lebih bermanfaat daripada teoris, mengatakan `hanya` berteori, apalagi menganggap banyak baca dan belajar akademik itu percuma karena merasa kebanyakan teori.

#RevolusiDiri

-------------------------------------
Ditulis Oleh:
SURYA KRESNANDA
Learning Development Consultant
0811 2244 111





COMMENT :

Nama :
Alamat Email :
Perusahaan :
Komentar :


COPYRIGHT BY SHAFUTAMA TEAM