banner
galleryicon

JANGAN BERTEMAN AKRAB...


12 View, 0 Comment
05-Jan-2018
Perilaku itu dibagi dua. Anu kahiji jika konotasinya POSITIF maka disebut KARAKTER. Sedangkan konotasi NEGATIF disebut TABIAT.

Pertanyaannya kenapa kita tidak bisa berteman akrab dengan yang berbeda tabiat?

Saya mencoba membantu menjawab...atau setidaknya sharing di forum ini.

Jika kuat dari sisi iman dipersilahkan. Jika punya kesabaran silahkan dicoba. Ketahuilah pada suatu titik tertentu. Maka kepentingan itu akan menjadi tarik menarik antara KARAKTER dan TABIAT. Hukum alam berlaku yang mendominir akan menjadi pemenang.

Celakanya ketika Iman kita tipis pengaruh itu akan mendominir kita. Tapi jika Iman kuat dan kita tidak mengikuti TABIAT mereka. Ada dua kemungkinan. Anda diasingkan bahkan dibenci. Atau Anda berjalan sendiri dan tidak peduli dengan mereka. Karena Anda akan lelah menghadapi mereka. Percayalah...

Disatu satu sisi Anda ingin mewarnai dan mengajak kepada kebaikan. Tapi mereka keukeuh dengan tabiat-nya. Bahkan pakai dalil segala. Benar sekali, mereka memakai dalil pembenaran.

Jika konteknya mengajak. Menurut saya masik okay. Tapi jika berteman. Harus dipikirkan lagi.
Meskipun kita harus berdakwah kepada mereka. Tapi jika risiko itu terlalu berat. Maka menjauh akan lebih baik...

Ada pepatah yang tidak tahu datangnya dari mana, "berteman boleh namun jangan bergaul."
Dalam pertemanan saja dibolehkan. Tapi jika akan bergaul dengan tabiat-nya. Renungkan lagi...!!!

Jika berteman dengan tabiatnya. Sangat bahaya, terlebih jika Anda tidak punya penangkal dan ilmu.
Bahasa now, jika tidak punya benteng yang kuat maka berbahaya.

Wallahu`alam bishshowab.

#personaldevelopment






COMMENT :

Nama :
Alamat Email :
Perusahaan :
Komentar :


COPYRIGHT BY SHAFUTAMA TEAM