banner
PRODUCT
producticon

icon1

QUANTUM ACHIEVMENT TRAINING PROGRAM (QATP)

    QATP, Diadakan untuk memahami, menggali, mengembangkan, dan membangun kredibiltas (credibility) dan kapabilitas (capability) peserta, sehingga mampu bekerja dengan amanah dan tetap menjaga kualitas sebagai profesional menuju seorang yang ahli dalam tugasnya, serta mampu  bekerja sama dalam mendukung visi dan misi perusahaan.

    QATP, memberikan motivasi berprestasi (achievement) sehingga mendukung penciptaan keunggulan banding perusahaan (comparative advantege). Akhir dari pelatihan QATP ini adalah diharapkan muncul karakter sejati yang tumbuh dari dalam diri individu (self motivating).

    QATP, mengantarkan kepada Peserta akan lebih kreatif dan efektif dalam bekerja yang disandarkan sebagai bagian dari ibadah kepada Allah, sehingga sikap mengeluh dan tidak peduli kepada rekan kerja akan berkurang dengan sendirinya. Tentunya tanpa mengabaikan pembekalan yang bersifat keterampilan (skills) yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta. 

Catatan:

  1. Pelatihan QATP, diadakan dua hari kerja.
  2. Seluruh peserta akan diawali dengan tes sidik jari, baik dengan fingertest scanner atau tes tertulis dengan metode STIFIn. Pengetesan ini sangat bermanfaat buat men-treatment peserta.


icon2

TOTAL QUALITY SERVICE TRAINING PROGRAM (TQTP)

Data survey dari Synovote, yang dipakai sebagai bahan pijakan bagi para pebisnis, menyebutkan bahwa kenapa pelanggan itu pergi? Ternyata faktor utama dan pertama bukan karena dibujuk oleh pesaing (4%), mahalnya harga (9%). Faktor yang paling dominan dan amat sangat menentukan adalah karena pelayanan yang jelek (68%).

TQTP, atau kami sering menyebutnya dengan Pelayanan Prima Plus (PPP). TQTP hadir untuk memberikan pelatihan meningkatkan keterampilan dalam memberikan pelayanan prima secara total. Siapa pun penggiat bisnis baik secara individu maupun korporat (perusahaan) memberikan pelayanan prima adalah harga mati yang tidak bisa ditawar lagi.

Kenapa demikian? Karena; (1) harapan yang tinggi dari masyarakat/pelanggan terhadap perubahan dalam pelayanan; (2) masyarakat yang semakin pintar karena informasi yang diperoleh; (3) menggeser paradigma dari Customer Satisfaction menjadi Exceeding Customer Expectations.

Ketiga hal tersebut diatas, jika terus dilakukan dan bersifat berkelanjutan, maka akan meningkatkan tangga loyalitas para pelanggan. Tangga loyalitas bukan saja ditataran, customer atau client. Jika memungkinkan bisa naik ke level yang paling tinggi. Yaitu advocates. Advocates, adalah pelanggan dengan tingkat loyalitas yang paling tinggi. Sikap mereka, bukan saja sebagai pembeli tetap “langganan.” Melainkan, mereka senantiasa berinisiatif menganjurkan kepada orang lain atau perusahaan lainn untuk membeli produk yang kita tawarkan. Bahkan, dalam posisi tertentu. Mereka, siap menjadi “bemper,” sebagai pembela. Apabila  perusahaan kita, diserang atau dideskreditkan dengan issue negatif oleh pihak lain.

Dalam TQTP, peserta ditunjukkan untuk lebih memahami pentingnya arti dan keberadaan pelanggan, bagi keberlangsungan perusahaan tempat dimana mereka bekerja. Lebih mudah memahami karakteristik dan cara pendekatan serta penyelesaian masalah terhadap pelanggan. Membangun kesadaran untuk  menjaga komitmen bersama memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.

Adapun kisaran materi yang diberikan meliputi; Memahami nasabah dari sisi; keinginan, kebutuhan dan harapan  (understanding customers – wants, needs & expectations), Memahami nasabah dari sifat dan pola prilaku (understanding customers – personalities & behavior patterns), Memahami konsep mengatasi keberatan pelanggan (handling objection), kemampuan bernegosiasi (negotiation skill) dan Menangani nasabah yang kecewa (working with upset customers). Dll.

Catatan:

  1. Pelatihan TQTP, diadakan tiga hari kerja.
  2. Seluruh peserta akan diawali dengan tes sidik jari, baik dengan fingertest scanner atau tes tertulis dengan metode STIFIn. Pengetesan ini sangat bermanfaat buat men-treatment peserta.

icon3

MARKETING DEVELOPMENT TRAINING PROGRAM (MDTP)

A good marketer is not born but is created, demikian pepatah umum di dunia marketing. Menjadi seorang Marketing, semestinya bukan sebagai batu loncatan, atau hanya kerja ‘sambilan’ melainkan harus dibangun kesungguhan. Tekuni dengan fokus, disiplin, dan memiliki dedikasi.

Pelatihan MDTP, mengantarkan kepada peserta menjadi mudah serta menikmati ketika memperkenalkan dan menjual suatu produk (selling made simple) . Apa pun jenis produknya!

Peserta akan dibekali dan dilatih; (1) bagaimana bisa lebih cepat dan akrab serta saling mengenal (acquaint) dengan calon nasabah; (2) menjual adalah berbisnis, sebaik-baik berbisnis adalah tidak ada transaksi yang diliput dengan kebohongan, artinya harus tetap menjunjung nilai-nilai kejujuran (fairness/honest), sangat tidak dianjurkan ketika berbisnis diiringi dengan dusta; (3) peserta diajak bersimulasi sehingga terbentuk menjadi Marketing yang mampu memberikan spirit (encourage) bagi calon pembeli. Sehingga ketika mereka membeli produk tanpa tekanan (under preasure); (4) akhirnya, bagaimana kemampuan peserta /Marketing mengajak (willingness) untuk melakukan proses bertransaksi  yang dilakukan atas dasar suka sama suka, dan pembeli ikhlas memiliki barang atau jasa yang diharapkannya.

MDTP, membimbing dan melatih serta mensimulasikan keterampilan dalam hal; Bagaimana mengetahui dan memahami karakter calon nasabah. Membangun pola pendekatan kepada calon nasabah. Menunjukkan komunkasi yang lebih baik dan benar. Menjadikan Marketing lebih percaya diri dan terampil sebagai seorang konsultan. Bagaimana pendekatan kepada pusat pengaruh, melalui kepemimpinan yang komprehensif, sehingga terbentuk pribadi Marketing yang tangguh. Serta termotivasi untuk mengembangkan diri agar lebih produktif dan prestatif.

 

Catatan:

  1. Pelatihan MDTP, diadakan dua hari kerja.
  2. Seluruh peserta akan diawali dengan tes sidik jari, baik dengan fingertest scanner atau tes tertulis dengan metode STIFIn. Pengetesan ini sangat bermanfaat buat men-treatment peserta.


icon4

THE GREAT TEACHER (TOT) TRAINING PROGRAM (TGTP)

Salah satu wujud nyata agar para guru ini tidak demotivasi, maka mereka perlu dibekali pelatihan yang tepat dan benar. Pelatihan yang terarah merupakan investasi jangka panjang, agar mereka mampu mengembangkan proses pembelajaran secara aktif, kreatif, efektif, dan menyanangkan (pakem) atau jika memungkinkan mendorong para pendidik ini bisa berinovasi dalam mengajar anak didiknya (paikem). Dengan mengikut sertakan mereka dalam pelatihan TGTP, merupakan salah satu wujud peduli pendidik mencerdaskan generasi.

TGTP, menekankan pada kemampuan olah vocal, olah tubuh, dan olah materi. Serta menanamkan kecintaan dan kepedulian kepada siswa.  

TGTP, dapat dipergunakan juga bagi perusahaan untuk mengembangkan dan melejitkan kemampuan para Trainer atau Instrukturnya dalam memberikan pelatihan kepada para peserta (trainee). Pelatihan ini mengukur dalam 4 kategori evaluasi; (1) evaluasi rekasi, memperlihatkan bagaimana peserta atau anak didik merasa senang atau tidak, ketika mereka berada di dalam kelas bersama dengan Trainer/Intrukturnya; (2) evaluasi pembelajaran, apakah semua peserta mengikuti pelajar dengan antusias serta apa yang didapatkan ketika mereka berada di dalam kelas/ruangan belajar? ; (3) evaluasi prilaku, apakah peserta berubah prilaku/kebiasaan yang tidak baik menjadi baik selepas pelatihan ini (no body menjadi some body)?; (4) evaluasi hasil, apakah peserta meningkat kinerjanya (lebih produktif). Bagi kalangan sisiwa. Apakah memiliki nilai yang memuaskan selepas ulangan/ujian di bangku sekolah?

 

Catatan:

  1. Pelatihan TGTP, diadakan dua hari kerja.
  2. Seluruh peserta akan diawali dengan tes sidik jari, baik dengan fingertest scanner atau tes tertulis dengan metode STIFIn. Pengetesan ini sangat bermanfaat buat men-treatment peserta.


icon5

TEAMWORK BUILDING TRAINING PROGRAM (TBTP)

Keunggulan personil, di semua lini perusahaan dengan satu komitmen yang dibangun bersama, melahirkan semangat competitiveness bagi perusahaan. Sebuah pertanyaan besar bagaimana competitiveness bisa terwujud? Competitiveness akan lahir jika elemen paling dasar dari sebuah perusahaan, yakni sumber daya manusianya memiliki motivasi kerja yang serius. Motivasi, semangat yang tidak saja dilandaskan kepada tujuan dan sasaran perusahaan, akan tetapi lebih dari itu. Maksudnya, bagaimana membangun kesadaran individu untuk selalu bekerja keras, bekerja cerdas, bekerja welas, dan akhirnya bekerja dengan ikhlas (4-AS). Motivasi yang berlandaskan 4-AS inilah akan melahirkan semangat untuk berprestasi dan  berkarya yang akan tercermin dari kenerja sumber daya manusia pada perusahaan. Sehingga terbangun semangat kebersamaan.

James M. Kouzes dan Barry Z. Posner, menuliskan, kegiatan bersama memiliki makna; menciptakan suatu iklim yang penuh rasa percaya, memfasilitasi rasa ketergantungan yang positif, dan mendukung interaksi tatap muka secara langsung. (The leadership challenge, James M. Kouzes dan Barry Z. Posner, 2004, hal. 259). Data lainnya menunjukan, bahwa 80% kegagalan seseorang Manager (Kepala Bagian) ditempat kerja. Pada umumnya bukan karena malas, atau tidak pandai. Namun, lebih banyak disebabkan ketidak mampuan menciptakan dukungan internal dan kegagalan mengembangkan teamwork.

Tujuan akhir dari membangun kebersamaan adalah tercapainya efektivitas dalam bekerja. Effectiveness, sangat memungkinkan dapat terwujud, manakala komponen sumber daya manusia yang terlibat, satu dengan yang lainnya sudah saling mengenal terhadap kelebihan dan kekurangan masing-masing individu. Masalah akan timbul, manakala anggota dalam satu tim tidak saling mengenal atau tidak ada usaha untuk bisa saling mengenal.

TBTP, mengantarkan kepada para peserta untuk mengetahui kelebihan dan kekurangannya (distinctions) yang ada dalam diri individu, lalu focus terhadap kekurangan tersebut, bahkan dimungkinkan untuk dioptimalkan (optimize).  

Teamwork building, terbentuk karena adanya peranan individu, peranan supervisor, dan peranan perusahaan, memiliki semangat yang sama untuk membangun kebersamaan dalam mencapai tujuan perusahaan. Membentuk pribadi handal adalah awal dari pelatihan TBTP ini.

 

Catatan:

  1. Pelatihan TBTP, diadakan tiga hari kerja.
  2. Seluruh peserta akan diawali dengan tes sidik jari, baik dengan fingertest scanner atau tes tertulis dengan metode STIFIn. Pengetesan ini sangat bermanfaat buat men-treatment peserta.

icon6

FINANCIAL PLANNING TRAINING PROGRAM (FPTP)


Secara definisi Financial Planning atau Perencana Keuangan adalah sebuah profesi yang membantu nasabah untuk merencanakan keuangan pribadi, dengan membantu memberikan solusi perencanaan, pemilihan pengelolaan keuangan, kekayaan atau investasi nasabah, agar kebutuhan keuangan nasabah untuk jangka pendek, menengah, dan panjang dapat tercapai.

Financial Planning atau Perencanaan keuangan bertugas merancang suatu strategi investasi yang sesuai dengan karakter nasabah dengan tujuan untuk mencapai dreams/tujuan keuangan/investasi nasabah.

Dari definisi diatas, pelatihan FPTP, sangat cocok bagi peserta atau masyarakat yang menggeluti marketing di bisnis Asuransi, Manajemen Investasi, Broker, Perbankan, dll. Karena pola pendekatan kepada nasabah akan lebih terpolakan dan menyenangkan.

Pelatihan FPTP sangat cocok juga bagi Mahasiswa tingkat akhir atau Karyawan yang akan pensiun atau memutuskan pensiun dini. Bisnis apa yang akan dilakukan selepas kuliah atau pensiun?

FPTP, juga mengantarkan jiwa Entrepreneurship bagi pesertanya. Entrepreneurship, adalah “Kemampuan seseorang untuk mengubah sampah/rongsokan menjadi emas.” (Ir. Ciputra).

 

Catatan:

  1. Pelatihan FPTP, diadakan dua hari kerja.
  2. Seluruh peserta akan diawali dengan tes sidik jari, baik dengan fingertest scanner atau tes tertulis dengan metode STIFIn. Pengetesan ini sangat bermanfaat buat men-treatment peserta.

icon7

FINGERPRINT TEST TRAINING  AND COUNSELING PROGRAM (FTCP)

FTCP, menggunakan metode STIFIn, yang ditemukan oleh Farid Poniman. Prinsip besarnya mengacu kepada kecerdasan tunggal dari Carl Gustav Jung. Sedari usia tiga tahun sudah bisa mengikuti tes ini, hasilnya ketika diulang kapanpun akan sama (realibitas tinggi). Manfaatnya banyak sekali diantaranya untuk memahami cara belajar bagi anak-anak. Bisa dimanfaatkan bagi karyawan dalam suatu perusahaan untuk meniti karier yang lebih menyenangkan, karena bekerja akan lebih ‘gue banget’ dengan mesin kecerdasannya.

Misalnya orang S (sensing), bagus dalam menjalankan, mengurut, mengadministrasikan, mempersepsi, dan meregulasi. Orang T (thinking), hebat dalam mengelola, mengkalkulasi, memekanikan, menstrukturkan, mendiagnosa, menganalisa, dan merencanakan. Orang I (intuiting), hebat dalam mengonsep, mempolakan, memproyeksikan, memperbaharui, mendisain, dan mensintesa. Orang F (feeling), bagus dalam memimpin, memotivasi, menjiwai, menyelami, mempengaruhi, memberanikan. Dan orang In (insting), adalah a    ndal dalam memperlancar, mempermudah, melengkapi, mengkompilasi, mendamaikan, dan menolong orang lain.

Mengetahui mesin kecerdasan sejak dini melalui pelatihan FTCP, merupakan langkah awal dalam menemukan potensi sejati untuk dikembangkan. Belajar, bekerja, termasuk mengembangkan karier akan lebih mudah, nyaman, dan menyenangkan karena dikerjakan sesuai dengan fitrah bawaan manusia.

 

Catatan:

  1. Pelatihan FTCP, diadakan dua hari kerja.
  2. Seluruh peserta akan diawali dengan tes sidik jari, baik dengan fingertest scanner atau tes tertulis dengan metode STIFIn. Pengetesan ini sangat bermanfaat buat men-treatment peserta.
COPYRIGHT BY SHAFUTAMA TEAM